Dekan, Kaprodi, dan Stakeholder Kurikulum OBE

BLITAR – Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka rekonstruksi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Kamis (15/1/2026) yang bertempat di Kampus UNISBA Blitar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Forum ini dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, di antaranya CEO PT Yuk Sri Prima Indonesia, pimpinan Jatinom Indah Group, serta owner Sari Sari Swalayan. Kehadiran para stakeholder tersebut bertujuan memberikan masukan konkret terkait keterampilan (skills) dan kompetensi lulusan yang dibutuhkan di dunia kerja profesional.

Dalam kegiatan ini, Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis terlibat aktif menggali informasi mendalam dari para praktisi mengenai kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan DUDI saat ini. Melalui forum FGD, program studi berupaya melakukan sinkronisasi kurikulum agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori administrasi bisnis di kelas, tetapi juga mampu berperan sebagai problem solver yang relevan dan solutif bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

“Kegiatan FGD ini dilakukan untuk memastikan bahwa profil lulusan kami benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata Dunia Usaha dan Dunia Industri saat ini,” ujar Hanik Amaria selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis.

Dalam forum tersebut, Wijaya Prima Saputra selaku CEO PT Yuk Sri Prima Indonesia menyampaikan sejumlah catatan penting. Ia menekankan perlunya program studi mewajibkan mahasiswa untuk merintis usaha, baik secara individu maupun berkelompok. Komitmen tersebut dapat diperkuat melalui pengembangan inkubator bisnis yang melibatkan praktisi profesional. Selain itu, mahasiswa juga perlu didorong untuk aktif mengikuti kompetisi bisnis serta pameran produk di luar kota sebagai sarana benchmarking kualitas produk di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, stakeholder dari Jatinom Indah Group dan Sari Sari Swalayan yang diwakili oleh M. Ibnu Hibban dan Amara Nova turut menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi praktis mahasiswa. Pengembangan soft skills, khususnya kemampuan public speaking, dinilai perlu menjadi prioritas agar mahasiswa mampu mempresentasikan ide bisnis secara efektif. Mereka juga menyarankan agar kurikulum tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi lebih banyak menekankan pengembangan diri (self-development) serta keterampilan teknis yang sering dijumpai dalam operasional bisnis sehari-hari, salah satunya melalui penambahan jam praktik kerja lapangan atau magang industri.

Berbagai masukan tersebut akan menjadi landasan bagi program studi dalam merumuskan capaian pembelajaran yang terukur sesuai dengan standar OBE. Melalui rekonstruksi kurikulum ini, Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UNISBA Blitar berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan industri. Dengan dukungan para stakeholder, universitas optimistis lulusannya akan memiliki daya saing tinggi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri setelah lulus.

Kegiatan FGD ini ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan antara akademisi dan praktisi dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

Sinergi dengan Dunia Industri, Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UNISBA Blitar Mantapkan Rekonstruksi Kurikulum OBE melalui FGD Bersama Stakeholder

Copyright@ Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Islam Balitar
2025