
Sumber: Dokumentasi HIMAKOM
Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar melaksanakan studi lapangan ke Yogyakarta pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan bertema “Lights, Culture, Action! Belajar di Setiap Sudut Jogja” tersebut diikuti oleh 50 mahasiswa semester 2, 4, dan 6.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengunjungi sejumlah lokasi, seperti TVRI Yogyakarta, Bakpia Djava, Museum Sonobudoyo, dan pusat wisata Malioboro. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi studi lapangan karena dikenal memiliki perkembangan media, budaya, dan industri kreatif yang relevan dengan bidang Ilmu Komunikasi.
Ketua Pelaksana Studi Lapangan, Tarisa Virghesia, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu komunikasi yang berkembang di masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa lebih memahami dunia komunikasi, tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui praktik di lapangan,” ujarnya.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNISBA, Anita Reta, mengatakan kunjungan ke TVRI Yogyakarta bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai proses produksi serta sistem kerja media penyiaran televisi, sekaligus sarana memahami penerapan teori komunikasi massa dan jurnalistik di dunia pertelevisian.
“Mahasiswa bisa melihat proses kerja di dunia televisi, mulai dari produksi hingga penyiaran, ini bagian dari aplikasi teori ilmu komunikasi yang selama ini dipelajari di kampus, bahkan disini diberikan kesempatan praktik langsung ,” ujarnya

Mahasiswa mengikuti sesi praktik penyiaran di Studio TVRI Yogyakarta.
Setelah kunjungan ke TVRI Yogyakarta, studi lapangan berlanjut ke Bakpia Djava untuk mempelajari strategi pemasaran produk khas Yogyakarta, yaitu bakpia, serta pengelolaan industri kreatif dan pengembangan usaha berbasis kearifan lokal.

Penyerahan sertifikat dan cendera mata dari Bakpia Djava kepada Kaprodi Ilkom
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi budaya di Museum Sonobudoyo guna mempelajari strategi branding museum serta upaya pelestarian budaya di era digital. Museum ini dikenal karena koleksi budaya Jawanya yang sangat lengkap, aktif memanfaatkan media sosial untuk promosi dan edukasi serta rutin mengadakan pertunjukan budaya, pameran, dan konten digital untuk menarik minat generasi muda.
Rangkaian studi lapangan diakhiri dengan kunjungan ke kawasan Malioboro untuk mengenal dan menikmati beragam kerajinan, kuliner, serta budaya khas Yogyakarta.
Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM), Annisa, berharap kegiatan tersebut dapat menambah pengalaman sekaligus sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang Ilmu Komunikasi.
Penulis : Brenda M
Disunting : AR (Redaktur FISIP)
