
Blitar — Program Studi Sosiologi Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar melaksanakan kegiatan sociotour sebagai bentuk pembelajaran bersama Komunitas Wisata Budaya Papoh, di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar pada Kamis (15/1/2026). Program yang mengusung tema “Bersatu Memberdayakan Potensi Menuju Indonesia Emas” dirancang sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas wisata, guna membangun pemahaman bersama mengenai pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Dosen Prodi Sosiologi sekaligus Pembimbing Lapangan, Dhimas Putra Wijaya, S.Sos., M.A. mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman empiris melalui interaksi langsung dengan praktik-praktik pemberdayaan yang telah dijalankan oleh pegiat wisata di tingkat komunitas.
“Kegiatan ini berdampak pada mahasiswa, ketika di lapangan mereka dapat pemahaman teoretis sekaligus empiris melalui interaksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut Dhimas mengatakan mahasiswa ataupun pegiat wisata diharapkan menyadari posisi serta peran strategis masing-masing dalam proses pemberdayaan masyarakat, sehingga konsep tersebut bukan sekadar konsep akademik, melainkan proses nyata yang menuntut keterlibatan langsung, empati sosial, serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan komunitas. Mengingat peran pegiat wisata sebagai aktor penting dalam pembangunan berbasis potensi lokal yang berorientasi pada keberlanjutan menuju Indonesia Emas.
“Mahasiswa dan pegiat wisata perlu memahami peran strategisnya dalam pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi menuntut keterlibatan nyata, empati sosial, dan kolaborasi berkelanjutan berbasis potensi lokal menuju Indonesia Emas,” kata Dhimas.
Kegiatan sociotour diisi dengan diskusi dan dialog bersama pegiat wisata, observasi lapangan, pemetaan potensi lokal, serta refleksi pembelajaran yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat melalui Pendekatan Community Based Tourism (CBT). Konsep ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata, sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan budaya dapat dirasakan secara langsung oleh warga lokal serta mendorong tumbuhnya kemandirian komunitas.

bersama Pegiat Kampung Wisata Budaya Papoh
Perwakilan pegiat Kampung Wisata Budaya Papoh Drs. Boimin, M.Pd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sociotour ini. Ia menilai konsep CBT selaras dengan kondisi Kampung Wisata Budaya Papoh, khususnya dalam menjaga agar pengembangan wisata tetap berpihak pada kepentingan masyarakat lokal. Kehadiran mahasiswa menghadirkan ruang dialog yang lebih reflektif dan konstruktif antara komunitas dan akademisi.
Kami senang sekali ada kesempatan untuk bisa sharing, ngobrol dengan adek-adek mahasiswa, Konsep CBT ini selaras dengan kondisi Kampung Wisata Papoh dengan berbagai potensi budaya yang dimiliki,” kata Boimin .
Pada kegiatan sociotour, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan kontekstual, sementara pegiat wisata mendapatkan penguatan pemahaman berbasis keilmuan sosiologi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik UNISBA Blitar dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Penulis : Dhimas PW
Disunting : AR (Redaktur FISIP)
