
Foto bersama HIMABI, siswa, dan guru
Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABI) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali merealisasikan peran aktifnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui program HIMABI Mengajar 2026, HIMABI berhasil menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Junior Skill-Up Intensive: Handicraft Mastery & Anti-Bullying Protocol” pada Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Siraman 2, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, dan diikuti oleh puluhan siswa yang menunjukkan antusiasme tinggi. Program tersebut dirancang untuk menyeimbangkan pengembangan keterampilan kreatif dengan pembentukan karakter positif sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama, Handicraft Mastery, mengajak para siswa untuk mengolah berbagai bahan menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai guna. Melalui aktivitas ini, siswa diperkenalkan pada dasar-dasar kreativitas dan jiwa kewirausahaan yang selaras dengan bidang keilmuan Administrasi Bisnis.
Sementara itu, sesi kedua mengangkat materi Anti-Bullying Protocol. Materi ini diberikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekolah, sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan mengenai cara mengenali, mencegah, serta melaporkan tindakan perundungan.
Kegiatan HIMABI Mengajar 2026 ini mendapat pendampingan langsung dari dosen Program Studi Administrasi Bisnis Unisba Blitar. Hanik Amaria, selaku Ketua Program Studi, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa.
“Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa Administrasi Bisnis tidak hanya unggul dalam teori manajemen, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui Junior Skill-Up, kami ingin menanamkan pola pikir kreatif dan kemandirian sejak dini. Saya bangga mahasiswa mampu menyelenggarakan kegiatan ini secara profesional,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Diptya, Dosen Pendamping kegiatan. Ia menilai pemilihan materi yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.
“Antusiasme siswa sangat terasa. Kegiatan Handicraft melatih kesabaran dan ketelitian, sementara edukasi anti-bullying merupakan isu penting yang perlu dikenalkan sejak dini. Saya berharap kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa HIMABI untuk mengasah kemampuan kepemimpinan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Diana, Ketua Pelaksana HIMABI Mengajar 2026, menyampaikan bahwa pemilihan SDN Siraman 2 bertujuan agar manfaat kegiatan kampus dapat dirasakan secara merata hingga wilayah kabupaten.
“Kami berharap adik-adik memperoleh keterampilan baru yang menyenangkan sekaligus memahami pentingnya sikap saling menghargai. Terima kasih kepada Bu Hanik, Bu Diptya, serta pihak sekolah atas dukungan dan sambutan hangatnya,” ujar Diana.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada pihak sekolah dan sesi foto bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan antara mahasiswa, dosen, dan para siswa.
