Para dosen dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Balitar Blitar melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui penyelenggaraan Lomba GEMA 2025 (Generasi Menyuarakan Aksi) yang menyasar siswa SMA, SMK, dan MA se-Blitar Raya. Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pemberdayaan dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi ketatanegaraan bagi generasi muda.
Lomba GEMA 2025 mengangkat tema “Suara Gen Z untuk Inovasi Pemerintahan Masa Depan”, yang dirancang sebagai ruang ekspresi bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan kritis mengenai tata kelola pemerintahan, digitalisasi birokrasi, dan peningkatan pelayanan publik. Melalui video orasi, para peserta menunjukkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta pemahaman mereka terhadap tantangan pemerintahan modern.
Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Eko Adi Susilo, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis prodi dalam mendekatkan dunia akademik dengan pelajar. “Melalui GEMA 2025, kami ingin memberi ruang bagi pelajar untuk berani menyuarakan gagasan mereka tentang masa depan pemerintahan serta menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya literasi ketatanegaraan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring, dimulai dari pendaftaran pada 9-23 November 2025, dilanjutkan dengan technical meeting pada 28 November 2025. Peserta kemudian mengumpulkan video orasi pada 29 November hingga 2 Desember 2025. Seluruh karya peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Novi Catur Muspito, S.Pd., M.Si., Anita Reta Kusumawijayanti, S.IP., M.I.Kom., serta Sutowo, S.Sos., M.AP., dengan penilaian yang menitikberatkan pada kualitas argumen, kesesuaian tema, dan teknik penyampaian.
Salah satu juri, Novi Catur Muspita, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa ide-ide yang diangkat peserta menunjukkan tingkat kepedulian yang baik terhadap isu ketatanegaraan. “Gagasan yang disampaikan peserta cukup kritis dan relevan dengan tantangan pemerintahan di masa depan, khususnya dalam hal inovasi dan pelayanan publik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Anita Reta Kusumawijayanti, S.IP., M.I.Kom., ia menilai bahwa lomba ini menjadi sarana pembelajaran komunikasi publik bagi pelajar. “Melalui video orasi, peserta dilatih untuk menyampaikan ide secara runtut, komunikatif, dan persuasif, yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan demokratis,” tuturnya.
Sementara itu, Sutowo, S.Sos., M.AP menambahkan bahwa GEMA 2025 memiliki peran strategis dalam penguatan literasi ketatanegaraan. “Kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran pelajar bahwa mereka memiliki peran dalam mengawal dan memikirkan masa depan pemerintahan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil penjurian, panitia menetapkan para pemenang pada 5 Desember 2025. Juara 1 diraih oleh Berliane Dwi Oktasari (SMK Indonesia Putra), disusul Nazhira Nur Afni Herviana (SMA Al Muhafizhoh) sebagai Juara 2, serta Arisma Putri Khoiruniza (SMK Indonesia Putra) sebagai Juara 3. Kategori Harapan diberikan kepada Sonia Nasya Agustin dari SMK Indonesia Putra (Harapan 1) dan Galih Zulfian Saputra dari SMAN 1 Talun Blitar (Harapan 2).
Seluruh pemenang diundang secara khusus pada acara puncak Hari Lahir Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang digelar pada 6 Desember 2025 dengan dihadiri oleh beberapa dosen diantaranya Nuryanti, S.Pd., M.Pd, Putri Cinta Mei, S.Sos., M.A.P, Ulva Roifatul Lailin, S.Pd., M.AP. Penyerahan penghargaan berlangsung khidmat dan menjadi bentuk apresiasi atas ide serta pemikiran kritis yang telah disampaikan para peserta. Kehadiran para juara sekaligus menjadi bukti sinergi yang terbangun antara perguruan tinggi dan sekolah-sekolah di Blitar Raya.

Para dosen berharap penyelenggaraan GEMA 2025 dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi ketatanegaraan serta mendorong keterlibatan aktif pelajar dalam diskusi mengenai masa depan pemerintahan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam menyuarakan perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui lomba ini diharapkan dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sebagai program berkelanjutan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.

